LDR itu berat bung!

LDR, long distance relationship. Kita sering mendengar istilah itu. Istilah yang digunakan oleh sepasang kekasih/suami istri yang terpisah jarak. Dan itu, berat! sangat berat.

2 jam lalu saya mengalami untuk kesekian kalinya masa-masa paling berat dalam LDR, berpisah dengannya. Setelah 2 minggu lebih bersama, kenyataan bahwa kami akan kembali terpisah selama paling tidak 2 minggu itu, berat. Menatap wajahnya yang juga tidak rela saya pergi itu, berat. Menatap matanya yang saya tau menahan air mata itu, berat.

Ketika kami berdua masih dalam tahap pacaran, tidak pernah saya merasa seberat ini meninggalkannya. Levelnya beda. Level suami istri itu memang membutuhkan kedekatan dan keintiman yang lebih daripada ketika pacaran. Perasaan bahagia ketika bangun tidur menyadari ada seseorang di sampingmu itu tidak akan kita dapatkan saat kita pacaran. Dan saya benar-benar akan merasa kehilangan perasaan itu untuk 2 minggu.

Bersyukurlah kalian wahai kekasih atau suami istri yang tidak terpisah jarak. Bersyukurlah kalian bisa menghabiskan waktu setiap hari. Tidak semua orang punya kesempatan untuk itu. Manfaatkanlah. Jangan habiskan dengan cekcok. Jangan buang waktu yang berharga itu dengan pertengkaran yang akan membunuh hubungan kalian sedikit demi sedikit

Untuk istriku, 2 minggu lagi ya 🙂 bertahanlah di sana 🙂