LDR itu berat bung!

LDR, long distance relationship. Kita sering mendengar istilah itu. Istilah yang digunakan oleh sepasang kekasih/suami istri yang terpisah jarak. Dan itu, berat! sangat berat.

2 jam lalu saya mengalami untuk kesekian kalinya masa-masa paling berat dalam LDR, berpisah dengannya. Setelah 2 minggu lebih bersama, kenyataan bahwa kami akan kembali terpisah selama paling tidak 2 minggu itu, berat. Menatap wajahnya yang juga tidak rela saya pergi itu, berat. Menatap matanya yang saya tau menahan air mata itu, berat.

Ketika kami berdua masih dalam tahap pacaran, tidak pernah saya merasa seberat ini meninggalkannya. Levelnya beda. Level suami istri itu memang membutuhkan kedekatan dan keintiman yang lebih daripada ketika pacaran. Perasaan bahagia ketika bangun tidur menyadari ada seseorang di sampingmu itu tidak akan kita dapatkan saat kita pacaran. Dan saya benar-benar akan merasa kehilangan perasaan itu untuk 2 minggu.

Bersyukurlah kalian wahai kekasih atau suami istri yang tidak terpisah jarak. Bersyukurlah kalian bisa menghabiskan waktu setiap hari. Tidak semua orang punya kesempatan untuk itu. Manfaatkanlah. Jangan habiskan dengan cekcok. Jangan buang waktu yang berharga itu dengan pertengkaran yang akan membunuh hubungan kalian sedikit demi sedikit

Untuk istriku, 2 minggu lagi ya 🙂 bertahanlah di sana 🙂

Advertisements

Perut…..

AKhir-akhir ini saya merasakan ada perubahan pada diri saya. Perubahan yang sayangnya ga begitu menggembirakan. Saya jadi susah duduk takhyat akhir, saya jadi susah make celana panjang buat ngantor, saya jadi susah masang kaos kaki, baju slim fit saya jadi sesak. Penyebabnya? Tak lain tak bukan adalah berat yang bertambah edan-edanan. Dan didukung oleh pendistribusian yang tidak merata, menumpuk di bagian sekitar pusar, alias perut. = =

Sebagai perbandingan, setahun lalu saya menimbang badan saya, angka yang keluar adalah kisaran 65kg. 2 tahun lalu saya nimbang, angkanya kisaran 63kg. Beberapa minggu lalu saya nimbang? 75KG! Angka yang fantastis untuk orang yang semasa kuliah mempunyai massa 56Kg ini. Saya lalu mencoba mengingat-ingat kenangan saya yang ada kaitannya dengan berat ini, sambil meliat koleksi foto di pesbuk dan komputer.

2009

Saya di foto yang diambil akhir 2009, setelah wisuda dan sebelum magang, terlihat kurus, kucel, nggilani kalo kata Dia. Berat saya waktu itu masih 56-57kg. Saya ingat waktu itu saya sering becanda ngomong ke temen saya si eskrim buat bagi beratnya 5kg aja. biar kami berdua nyentuh titik ideal. Berbagai cara coba saya tempuh untuk dapetin 5kg itu, bunuh eskrim dan cangkok lemak, makan yang banyak, beli susu hampir tiap hari, males-malesan di kamar. Tapi semua sia-sia. Predikat saya sebagai mahasiswa tampaknya mendikte berat badan saya agar tetap di level kurus.

2011

Saya di foto yang diambil akhir 2011 terlihat ga kurus lagi. Udah ganteng, keren, menawan, mempesona Saya terlihat lebih segar. Berat saya waktu itu di kisaran 63-65 Kg. Akhirnya cita-cita saya untuk ideal tercapai. HOREEEEE

2013

apa itu? apa itu yang menumpuk di muka?

apa itu? apa itu yang menumpuk di perut?

kenapa? kenapa baju slim fit saya jadi sesak?

kenapa? kenapa celana saya jadi ga muat lagi?

KENAPAAAAAAAAAAA

 

OTL