Dirgahayu Negaraku

68 tahun sudah usiamu, Indonesia. 68 tahun kau bebas dari cengkeraman penjajah. 68 tahun kau menghirup aroma kebebasan. Selamat ya.
Tapi kuharap kau tidak terlena. Banyak tantangan yang menantimu. Korupsi masih akan terus menghantuimu. Kuharap kau mampu menghadapinya. Mampu mengenyahkan segala penyakit yang menggerogotimu
Amin

Advertisements

Saya dan Rokok

Kemarin, saya kembali diusikkan ama pemandangan jamak di bandara internasional Soekarno Hatta, pemandangan yang mungkin juga awam terjadi di banyak tempat di negeri ini. Pemandangan orang merokok di bawah tulisan dilarang merokok. gambar yang seperti di bawah ini nih

stop-smoking-now1

Sayang saya ga kepikiran buat moto tu pemandangan. Lain kali ah

Eniwei, sebelum saya mencaci orang-orang tersebut, mari bernostalgia sejenak

hubungan saya dengan rokok yang paling berkesan diawali pada suatu masa ketika usia masih belum belasan. YEP. belum belasan. Saya masih kelas 5 SD ketika bibir saya besentuhan dengan batang rokok. Waktu itu saya sedang liburan akhir pekan ke rumah nenek di lereng gunung (Daerah Boto itu lereng gunung bukan sih?) Seperti anak kecil yang sehat dan aktif bersosialisasi, saya bermain dengan para sepupu dan duapupu. Kejar-kejaran, petak-umpet, bentengan, pokoknya permainan yang kayaknya udah punah di tahun 2000an ini. Lalu entah dari mana, salah satu duapupu saya membawa sebatang rokok yang udah tinggal sedikit tapi masih menyala. Dia lalu menghasut kami, para bocah lugu dengan tingkat keingintahuan yang mantap, untuk menghisap rokok tersebut. Kami pun nurut, satu-persatu dari kami mencoba melakukan apa yang biasanya dilakukan  orang dewasa geblek tolol perusak diri sendiri idiot perokok.

Hasilnya?

Saya tersedak, GA ENAK! GA KAYA PERMEN! GA KAYA CHEETOZ!

Sejak itu lah hingga saya ga tertarik ama yang namanya rokok

4 Tahun kemudian…..

Saya sedang asyik maen gitar di rumah kawan saya yang sedang kosong. Tenang, cowok kok. bukan cewek. Inisialnya Rc Waktu sudah menunjukkan pukul ……pokoknya lewat adzan isya deh…. setelah bosan memetik gitar, kami berdua ngobrol, ngoceh ngalor ngidul. Tak lama berselang, datang seorang kawan lagi. Dan dia membawa sebungkus rokok. Saya lupa gimana detilnya, yang jelas, setelah kawan satu itu pulang, ada sebungkus rokok yang tertinggal. Si Rc pun penasaran, seperti apa rasanya rokok itu. Ia lalu menyulut rokok tersebut dan menghisapnya. Tidak seperti saya yang langsung tersedak seperti paragraf di atas, Rc bisa mengendalikan rokok tersebut. Tapi itu tak lama. Dia mematikan rokok itu dan berkata, “Ga enak di bibir. pedas gitu rasanya”

Oke, makin tidak tertarik.

Sepulang dari rumah kawan tersebut saya menceritakan hal di atas kepada ortu saya. Dan papa langsung berkata demikian.

“kamu merokok itu ngapain? ngisep asap kan? kenapa ga duduk di tempat bakar sampah aja, kan ada asapnya. bisa diisep tuh”

jleb! mengena banget di nalar saya.

3 hal itu adalah alasan kenapa saya tidak tertarik menjadi seorang perokok. Jauh sebelum saya mengetahui bahayanya merokok. Bahwa merokok itu bisa menyebabkan kanker, bahwa merokok itu bisa membahayakan orang di sekitar yang jadi perokok pasif.

Kembali ke paragraf awal sendiri, mari mencaci

*copas dari twitter ah*

jadi, saya heran dengan para perokok. segitu ga bisa tahan ya merokok?

udah jelas-jelas ada tanda dilarang merokok, dan udah disediain ruangan sendiri buat merokok, masih aja merokok sembarangan

apa karena mikirnya tempat itu ga ada ac, jadi bisa dipake buat rokok’an?

*yang ini bukan dari twit*

buta apa ya, ga bisa baca ya? ga bisa baca tulisan “DILARANG MEROKOK”

😡

 

Perut…..

AKhir-akhir ini saya merasakan ada perubahan pada diri saya. Perubahan yang sayangnya ga begitu menggembirakan. Saya jadi susah duduk takhyat akhir, saya jadi susah make celana panjang buat ngantor, saya jadi susah masang kaos kaki, baju slim fit saya jadi sesak. Penyebabnya? Tak lain tak bukan adalah berat yang bertambah edan-edanan. Dan didukung oleh pendistribusian yang tidak merata, menumpuk di bagian sekitar pusar, alias perut. = =

Sebagai perbandingan, setahun lalu saya menimbang badan saya, angka yang keluar adalah kisaran 65kg. 2 tahun lalu saya nimbang, angkanya kisaran 63kg. Beberapa minggu lalu saya nimbang? 75KG! Angka yang fantastis untuk orang yang semasa kuliah mempunyai massa 56Kg ini. Saya lalu mencoba mengingat-ingat kenangan saya yang ada kaitannya dengan berat ini, sambil meliat koleksi foto di pesbuk dan komputer.

2009

Saya di foto yang diambil akhir 2009, setelah wisuda dan sebelum magang, terlihat kurus, kucel, nggilani kalo kata Dia. Berat saya waktu itu masih 56-57kg. Saya ingat waktu itu saya sering becanda ngomong ke temen saya si eskrim buat bagi beratnya 5kg aja. biar kami berdua nyentuh titik ideal. Berbagai cara coba saya tempuh untuk dapetin 5kg itu, bunuh eskrim dan cangkok lemak, makan yang banyak, beli susu hampir tiap hari, males-malesan di kamar. Tapi semua sia-sia. Predikat saya sebagai mahasiswa tampaknya mendikte berat badan saya agar tetap di level kurus.

2011

Saya di foto yang diambil akhir 2011 terlihat ga kurus lagi. Udah ganteng, keren, menawan, mempesona Saya terlihat lebih segar. Berat saya waktu itu di kisaran 63-65 Kg. Akhirnya cita-cita saya untuk ideal tercapai. HOREEEEE

2013

apa itu? apa itu yang menumpuk di muka?

apa itu? apa itu yang menumpuk di perut?

kenapa? kenapa baju slim fit saya jadi sesak?

kenapa? kenapa celana saya jadi ga muat lagi?

KENAPAAAAAAAAAAA

 

OTL

11 Maret 2013

Pria itu terbangun. Diliriknya arloji yang tergeletak di samping bantal yang basah oleh keringatnya. Kenapa dia berkeringat sebanyak itu? Pikirnya. Ah iya, Surabaya. Panas. Wajar kalau dia bisa basah kuyup. Arlojinya menunjukkan pukul satu siang.

“3 jam lagi”, gumamnya. Tiga jam lagi sebelum waktunya ia menjemput seseorang dan melaksanakan rencananya. Rencana yang telah ia susun dua bulan lalu. Rencana yang ia rahasiakan dari orang yang akan dijemputnya 3 jam lagi. Dia masih ingat betapa marahnya seseorang itu ketika dia lebih memilih melaksanakan tahapan rencananya daripada pergi menemuinya di hari ulang tahunnya. Tak mengapa, ulang tahun bisa tahun depan. Rencana ini hanya bisa dilaksanakan sekali. Continue reading

Horor itu….

Selamat siang pemirsa.
Kali ini, saya ingin membahas, seperti apakah horor itu?
Hantukah?
Serial killer kah?
Serial rapper kah?
Setiap orang punya horornya masing-masing
Horor bagi saya adalah…….retsleting celana rusak setelah buang air besar di kantor

Sekian dan terima kasih atas waktu yang telah dibuang

Kisah Kal-el

image

Pagi para netizen. Baik2 saja? Februari telah tiba. berarti sebentar lagi, motor kesayangan saya, Kal-el akan ulang tahun. HOREEEEE

Saya belum pernah bercerita sebelumnya kan? Kal-el adalah motor pertama saya yang saya miliki dengan hasil keringat sendiri. sebuah Motor Honda Megapro dengan plat nomor seperti gambar di atas. Motor yang saya beli setelah lebih dari satu tahun nebeng sama temen kos tiap kali mo ke kantor. Continue reading

Ketololan Pertama Tahun Ini

Pagi pemirsa. Sudahkah anda membuat ketololan pertama di tahun yang katanya tahun ular air ini? Saya sudah. Mau tau? Mari bercerita.

Jadi, ketololan saya diawali dengan munculnya rasa lapar tiba-tiba di minggu malam kemarin. Bukan tiba-tiba sih, saya baru makan sekali di hari itu. jadi, wajar lah kalo laper malemnya. Maka bertualanglah saya ke tempat makan yang telah lama tidak saya kunjungi, warung lamongan ujung jalan Ar Saleh. Berdua dengan Kal-el saya menerobos malam. Eh, pada belum tau Kal-el sapa ya? ntar di postingan sendiri deh 😀 Continue reading