Tahu Tek

Ah, kembali lagi kerja setelah liburan panjang kemarin. Rasanya seperti mimpi, liburan yang menyenangkan n bikin doki-doki selama 2 minggu. But well, saatnya kembali ke realita, saatnya kembali nyari duit buat makan n buat hobby.

Karena masih baru liburan, topik yang enak untuk dibahas kali ini adalah hal yang bikin kangen ama rumah. Selain keluarga n temen-temen tentunya. Kalo saya, hal yang bikin saya kangen adalah kuliner di Probolinggo. Walopun ga terlalu banyak macamnya, tapi tetep ga bikin bosen. Ada siomay di depan BCA, ada Pangsit/Mie Ayam di Alun-alun, ada kupang, ada tahu kikil, dan yang paling bikin kangen, Tahu Tek Pak Man!

Ada yang udah blum pernah makan tahu tek sebelumnya? Ato blum pernah dengar nama makanan satu ini? Oke, saya kasi sedikit penjelasan ya. Tahu tek adalah makanan yang terdiri dari potongan tahu goreng setengah matang, potongan lontong, potongan kecil mentimun, tauge, yang disiram saus yg terdiri dari kacang yang dicampur dengan petis n bawang putih, bisa juga dikasi cabe sesuai selera. Ditambah krupuk udang kecil buat pelengkap. Bentuknya seperti ini

Tahu Tek Telur

Bentuknya sekilas g jelas ya? Soalnya dibungkus sih. Bumbunya nutupin. Tapi enak kok, buat saya enak banget.

Sesuai judul foto di atas, tahu tek yang saya foto adalah tahu tek telur, slah satu variasi tahu tek. Kalo resep awalnya kan ga menyertakan telur, tapi ada beberapa penjual yang menyediakan opsi telur bagi pelanggan yang minta. Cara variasinya bisa telurnya dikocok bersama potongan tahu lalu di dadar. Ato telur n tahunya dipisah, telur di dadar sendiri, tahu di goreng sendiri. Dan dua item itu tentu saja ga digoreng sampe kering sekali.

Di Probolinggo sendiri ada banyak penjual tahu tek. Sama banyaknya ama penjual nasi goreng. Tapi yang paling enak menurut saya adalah Tahu Tek Pak Man, lokasinya juga ga jauh. Di lahan kosong deket rumah. Dulunya sih Pak Man jualannya keliling kompleks, tapi sekarang udah menetap di lahan kosong itu. Dan pelanggannya banyak lho. Tiap hari sebelum jam 12 malam pasti udah abis. Btw, on a serious note, saya kok jarang ngliat menu Tahu Tek di restoran-restoran Probolinggo ya? Nasi goreng biasanya ada, tapi tahu tek kok ga ada ya? Padahal enak lho.

Cerita tahu tek jadi inget pas masi kuliah dulu. Susah banget nyari tahu tek di daerah kampus. Adanya ketoprak yang kalah enak dari tahu tek. Hampir setahun pertama saya kuliah saya ga menemukan penjual tahu tek sampai akhirnya saya ngliat di deket Mall ada yang jual. Itupun mahal. Orz. Harganya 8500/9000 rupiah kalo ga salah. DUA KALI LIPAT DARI HARGA DI RUMAAAAAAHHHH!!! Karena duit yang terbatas, saya jadi jarang makan tahu tek selama kuliah. Bandingkan dengan selama di rumah, bisa makan hampir tiap minggu 2-3 kali.

Pernah juga hampir dilarang makan tahu tek seumur hidup karena kena hepatitis pas tingkat 2 kuliah. Dokternya bilang petis itu ga baik buat para penderita penyakit hati. Untung aja cuma hepatitis A, bisa sembuh total dan sekarang beneran sembuh total. Jadi bisa nyantap tahu tek kapanpun saya mau….kalo ada yang jual. Orz

Dan sekarang, setelah penempatan ini, saya kembali ga bisa menemukan penjual tahu tek di Pontianak. Padahal teman yang di Tarakan pernah bilang kalo opsi makan malamnya tu salah satunya tahu tek. Yah, nasib. Semoga ada penjual tahu tek yang pindah ke Pontianak

Well, ini ceritaku, apa ceritamu? XDD

P.S. Untuk resep bisa dicoba yang ini

Advertisements

6 responses to “Tahu Tek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s