Transformer The Movie

UOOOOOO

TRANSFORMER KEREEEEENNN

UOOOO

OPTIMUUUUSSSS

BEEEEEE

Uo…..

ah, Maaf-maaf, saya lagi kegirangan nih. Biasa, efek nonton film yg keren. Yap, saya hari ini nonton Transformer: Dark Side of The Moon, film terakhir dari Trilogi Transformer….mungkin. hahaha

Jadi, film transformer yang saya tonton ini adalah kelanjutan dari Transformer: Revenge of The Fallen yang tayang sekitar Summer 2009. Ya, summer, saya nonton berdua dengan….errr….lupakan. Anyway, kalo Revenge Of The Fallen bercerita tentang sesepuh Decepticon yg pingin jadiin Bumi sebagai ladang energon, film Transformer ketiga ini berkisah tentang rahasia di balik sisi gelap bulan. Dark side, literally, bukan konotasi kejahatan. Kalian semua tau Neil Armstrong kan? Apollo 11 kan? Manusia pertama yang mendarat dan jalan-jalan di bulan itu kan? Nah, ternyata, si Neil ga sekedar jalan-jalan. Dia menemukan pesawat luar angkasa yang berasal dari cybertron. Tu pesawat bisa sampe kebulan karena rusak ditembakin para Decepticon saat mo kabur dari Cybertron. Ditembakin Decepticon? Berarti tu pesawatnya Autobot dong? Yup, benar sekali. Gimana kelanjutannya? silakan nonton sendiri. Saya ga mau ngasi spoiler yg bakal merusak kejutannya.

Dark Side of The Moon kali ini sarat aksi. Kalo di film pertama dan kedua lebih banyak ceritanya, yg ketiga hampir 60%nya aksi. Tembak-tembakan, ledakan dimana-mana, gedung hancur berserakan. Hal itu yang bakal kita saksikan di hampir separuh film itu. Dan itu dikemas dengan keren, saya kegirangan saat adegan Optimus ngancurin salah satu Decepticon. Bagi yg udah nonton Revenge of Fallen, pasti ingat adegan pertarungan di hutan itu kan? Optimus vs MegatronxStarScreamxLupanamanya dimana Optimus make jurus Dancing Blade….UOOOOOOOOOOOO OPTIMUUUUSSSS YOU’RE AWESOME MAN! :ups:

Oke, kembali ke…bukan laptop tentunya. Tentang pertarungan di hutan itu, saya masi ingat bagaimana saya menjerit-jerit kegirangan saat Optimus menari mengalahkan lawannya sampai-sampai kawan nonton saya sibuk nyuruh saya diem. Dan itu terulang lagi tadi. Dan itu dua kali! DUA KALI SAUDARA SAUDARA! DUA KALI SAYA KEGIRANGAN KARENA ADEGAN KEREN! Yg pertama yg saya bilang di atas. Yang kedua saat si Bumblebee nongol buat “nyelametin” Sam dari tangan orang-orang-sok-tau-(yg-mungkin-bersikap-begitu-karena-tugas)-yg-pingin-nangkap-Sam. Di titik itu saya sampe nyaris loncat dari kursi saya. Lebay kah? Well, that’s happen and that’s the truth.

Film ini tidak hanya menyajikan aksi semata tanpa kedalaman cerita. Ada kejutan yang mungkin bikin mereka yang ngefans berat kaget dan shock. Sayangnya, kejutan itu, dengan sedihnya sudah bisa saya tebak karena ulah tukang spoiler kemarin. Selain kejutan itu, film ini juga sedikit banyak menusuk nurani saya sebagai manusia. Di film itu lagi-lagi ditunjukkan bagaimana manusia bisa bersikap pongah, sok punya kuasa, sok hebat. Saya berkata lagi-lagi karena di Revenge Of The Fallen ditunjukkan oleh asisten/penasihat terpercaya/apalah-nama-jabatannya-itu Presiden dengan soknya bersikap penuh kuasa. Di film itu diwakilkan oleh sosok Direktur Intelijen Negara. Dan sikap itu pada akhirnya malah berbalik kepada mereka. Ditunjukkan juga betapa liciknya manusia, sementara Autobot memberi segala informasi yang mereka punya tentang teknologi mereka, pihak manusia malah menyembunyikan tentang peristiwa Apollo 11 dari Autobots. Saya jadi bisa memahami betapa marahnya Optimus ketika tau hal itu.

Sisi persahabatan Sam dan Bumblebee juga ditunjukkan di film ini, lewat tiga scene yang keren, dua scene yang melting kalo kata yg lain dan satu scene heroik oleh Bumblebee. Ah, melihat itu, saya jadi pingin punya guardian kek Bumblebee. Dan saya harap bentuknya ngambil dari Nissan Juke. Kenapa Juke? Karena saat saya pulang nonton dan mau ke pintu utama Ayani Megamall, saya melihat mobil itu dan entah kenapa hati saya berkata, “Keren ni mobil.” 😀

Kapan ya bisa punya mobil ini? motor aja blum punya

Kembali ke nonton, misi saya untuk tidak melihat teks terjemahan gagal. Saya hanya bisa bertahan mendengarkan murni tanpa melihat teks di 1/4 film. Setelah itu, insting saya bercampur antara mendengarkan dan membaca teks sebelum akhirnya saya menyerah dan mengandalkan teks di akhir-akhir film. Sungguh disayangkan, kesempatan untuk mengasah Listening saya terbuang. Hmmm, tapi kekna ada kesempatan lain. Minggu depan saya berniat nonton ulang film itu bersama kawan-kawan Anikalbar, Animac Kalimantan Barat. Kalo tadi saya nonton yang format 2D, besok yg format 3D. Kata si Tora sih (baca: Animac Goes To Jatim) yang format 3D bagus. Oke. mari nonton minggu depan, sekalian gathering kecil-kecilan 😀

Advertisements

8 responses to “Transformer The Movie

  1. Wooooooooow Mas Fir udah nontoooon! 😀 😀 😀

    Mas, adegan pertarungannya masif ya Mas?? 😀 Dulu saya liat trailer-nya, pertarungan di antara gedung2 tingi new york, sungguh masif. 😳

    Tapi kok rating-nya di imdb cuma dapet 6.7 ya? Apa akting pemainnya jelek? 😐

    • ga segitu masif sih. tapi intens. banyak banget. yg di gedung2 tu ada scene yg keren dari lenox ma temen2nya. mantep dah

      kalo rating, saaaa.. saya ga bisa menilai akting dengan jitu. tapi kalo buat saya pribadi, aktingnya shia sebagai sam yg frustrasi karena pengangguran n punya pacar cakep yg kemungkinan diincar oleh bosnya pacarnya tu keren. kerasa banget gimana frustrasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s