Jual Ipad ditangkap, Jual Peralon?

Seramat siang, kali ini, saya, bujang keren yang tinggal di Pontianak, ingin membahas salah satu hal yang sedang hangat dibicarakan di negara ini.  Yakni penjualan Ipad yang berujung penjara. Tau kan? Sebenernya saya terlambat membicarakan ini. Karena pasti sudah dibahas sama blogger-blogger lain. Tak apalah, saya bahas dengan cara saya sendiri.

Hal pertama yang terlintas saat saya tau ada kasus Jual Ipad dipenjara dan ada hubungannya dengan Kaskus adalah, waw, polisi juga ngawasin Kaskus. Hal kedua yang terlintas tentu saja cari tau ah. Tapi saya tidak mencari banyak sumber berita tentanghal itu. Hanya baca-baca sekilas di Detik atopun Kompas.

Hasil pencarian saya menunjukkan kalau dua orang penjual Ipad itu, Randy dan Dian, dituntut dengan pasal di UU Perlindungan Konsumen tentang Manual Berbahasa Indonesia. Itu yang paling utama sepertinya. Ada juga yang bilang karena Ipad itu bukan alat komunikasi resmi di Indonesia. (sumber Detik)

Okay, saya spontan berpikir, Gunpla saya itu  gmana? Peralon yang saya pesen gmana? Kan dua produk itu ga ada manual bahasa indonesianya sama sekali, jangankan bahasa indonesia, yang gunpla, ga ada manual bahasa inggrisnya. (koreksi kalo saya salah, selama saya merakit gunpla, saya ga menemukan petunjuk/manual berbahasa inggris) Apa penjual gunpla di Indonesia bakal ditangkapin juga? Penjual-penjual yang biasanya nongkrong di mall kek Toys city itu.

Pendapat saya pribadi dengan penggunaan pasal itu adalah, meh, :v , perasaan banyak deh produk-produk yang diperjualbelikan tanpa maual bahasa indonesia, kenapa baru sekarang? UU Perlindungan Konsumen juga mulai berlaku sejak Tahun 2000 lho. Ato mungkin ga ada pemberitaannya? Ato mungkin saya lupa?

Hal lain yang saya dapat dari UU tersebut adalah, gugatan dapat dilakukan oleh konsumen yang merasa dirugikan, atau pemerintah jika ada kerugian materi ataupun korban yang tidak sedikit (pasal 46).  Lha ini? Konsumennya kekna ga merasa dirugikan. Korban juga sedikit (dua orang itu banyak ga sih?)

Saya terus mencari referensi tentang pembelaan pihak polisi tentang kasus ini. Dan yang saya dapat malah polisi lebih condong kepenyelundupan, pada tidak adanya faktur pajak dan hal yang terkait akan itu. (sumber Kompas). Lha? Helloooowww, kalo yang diincer itu penyelundupannya, kok malah dijerat UU Perlindungan Konsumen? Sama aja kek nuduh anak kita dihajar anak orang lain dengan tuduhan anak orang lain itu badannya lebih gede, padahal tuduhan yang tepat adalah penghajaran (saya masi single, btw). Ya jelas aja banyak yang protes.

Sampai saat ini, kasus tersebut belum mendapat keputusan dari pengadilan. Mari kita tunggu bagaimana akhir dari kasus ini. Kalo ada ahli hukum yang kebetulan baca postingan ini, mohon kasi pendapat/tanggapan, terutama untuk paragraf 5 ke bawah.

P.S. Urgent: Nasib para penjual Gunpla, Nendo, Figure, Figma bakal aman-aman aja kan ya?

Notes: Peralon adalah istilah yang saya dan teman-teman saya gunakan untuk Action figure yang memakai bahan dasar PVC yang juga sama dengan bahan dasar Peralon.

Advertisements

2 responses to “Jual Ipad ditangkap, Jual Peralon?

    • hahaha, iya, katanya alumni ITB. Well, kasusnya udah lama sih, november tahun lalu. tapi baru di blow up sekarang. kalo dari pandangan saya pribadi, harusnya ga kena pidana. entah deh kalo ada yang lebih besar lagi yg blum diungkap

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s