Only God Knows

pernah dengar kalimat “Isi hati orang hanya Tuhan dan dia yang tahu.” ?

Pernah kan?
Paham artinya kan?
Oke, selesai perkara. Silakan pulang
…..
…..
Jodan-desu :pushup:

Kenapa saya membahas itu? semuanya berawal saat saya masih kecil, saat itu langit masi biru ketika siang……oke ngelantur lagi….

Dari post di atas bisakah kalian menebak bagaimana sifat saya? bagaimana karakter saya? Oke, mungkin kalo kurang informasi, coba buka post-post lainnya. sekalian promosi

Udah bisa menebak? coba sebutkan, Ngaco, ga jelas, serius, yah tiap-tiap orang punya tebakannya sendiri. TAPI…..apakah itu benar-benar saya?

Maka kita kembali ke kalimat di atas. “Isi hati orang hanya Tuhan dan dia yang tahu.” Sudah paham maksudnya? arahnya? (notes: gaya seperti ini pernah digunakan oleh seorang trainer. entah sapa namanya) belum? Oke coba kita sambungkan dengan kalimat “Tidak ada yang nyata di dunia maya.”

Got it? harusnya udah, karena clue yang terakhir sangat jelas.

Persepsi, prasangka, apapunlah namanya itu, hampir selalu kita lakukan kala bersentuhan dengan suatu hal, kala kita harus mengadakan kontak dengan hal itu. Bagi orang yang bener-bener optimistis, mereka biasanya memasang prasangka baik. Bagi yang pesimistis dan skeptis, sebaliknya. Kita semua hidup seperti itu, akuilah, ga ada yang ga. Prasangka kita lalu berubah saat kita mengenal hal itu, bisa 180 derajat, bisa malah makin mempertegas prasangka awal. Tapi, benarkah prasangka kita itu?

Dari kalimat di atas sendiri sebenernya udah jelas kalo semua prasangka kita, persepsi kita, pandangan kita, terhadap suatu hal itu bisa jadi salah. Apalagi kalo hal itu bernama “manusia”. Manusia itu pintar berpura-pura, to pretend. Apa yang diucapkan bisa jadi berbeda sama sekali. Apa yang ditunjukkan diluar bisa jadi adalah kamuflase. Contoh sederhananya adalah karakter Superman, sebagai Clark Kent dia sangat culun, nerd, gugup. Tapi sapa sangka ternyata CK adalah Superman, the World’s Greatest Protector. contoh-contoh lainnya seperti itu lah. Bisa di bayangkan sendiri kan? XD

Nah, adanya dunia maya menambah kemampuan manusia untuk berpura-pura. As we know clearly, anyone can be anyone or anything in Maya. Sampai detik ini saya belum menemukan aturan yang mewajibkan kita menjadi kita, bukan orang lain, baik di pesbuk, twiter, forum, dan macam-macam media sosial lain.

Jadi, apa inti tulisan ga jelas di atas? Nothing, betsuni. Saya hanya ingin berkata bahwa manusia itu bisa berpura-pura, siapa dia yang sebenarnya hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Bahkan saya sendiri sampe sekarang masi blum bisa menggambarkan diri saya dengan jelas.

Oke, terima kasih sudah membaca. Dengan ini anda telah menghabiskan beberapa waktu yang sebenarnya bisa anda gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting dengan membaca blog ini (bisa dimengerti kalimat ini?) Selamat!

P.S. Apa kalian mengenal orang selain diri kalian sendiri?

Advertisements

One response to “Only God Knows

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s