24 Wajah Billy

Ini bukan resensi, sekedar pemikiran pribadi. Okeh? Lanjut!

Double identity, ato kepribadian ganda, ato bisa juga alter ego, adalah suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain (copas dari wikipedia). Aku tertarik mengangkat hal ini karena habis menamatkan novel 24 Wajah Billy karya Daniel Keyes. Sebenernya udah dari lama pingin baca, tapi baru kesampaian kemarin.

Cover Novelnya

Secara singkat, novel tersebut menceritakan kisah nyata seorang pelaku kriminal yang ternyata mengidap kepribadian ganda dan karenanya dinyatakan tidak bersalah karean tidak waras dalam pengadilan. Karena kisah nyata, mau ga mau saya membayangkan bagaimana kejadian aslinya dan bagaimana perasaan Billy saat membaca. hal yang sama saat saya membaca novel-novel Torey Hayden. Kasian sama Billy karena tidak dipahami, gregetan terhadap para politisi dan (dengan terpaksa) media yang terlalu membesar-besarkan berita dan kadang ga bersikap objektif (remind us of some media in our own country, does’n it?)

Kenapa saya tertarik baca novel ini? Entah, mungkin karena pada dasarnya, saya tertarik mengamati tingkah laku manusia, tertarik mengamati bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang diterima. Dan, kepribadian ganda itu sungguh menarik. Dan kesimpulan saya setelah membaca novel itu, kepribadian ganda itu menyiksa. Bisakah kalian bayangkan kalo tiba-tiba kalian “kehilangan waktu?” suatu saat kalian sedang mengerjakan A dan kemudian memejamkan mata sebentar dan tiba-tiba kalian entah berada dimana, ga bisa ingat bagaimana kalian sampai di situ. Scary, doesn’t it?

Awal mula Billy mengidap kepribadian ganda saat dia masi usia 3-4 Tahun dan merasa kesepian karena tidak ada yang bisa diajak bermain, dan muncullah salah satu kepribadian gandanya yang merupakan teman khalayannya sendiri, lalu tak lama setelah itu muncul Cristene, kepribadiannya yang selalu berusia 3 tahun dan berkelamin cewek. Kepribadian gandanya bertambah sejak usia 7-8 tahun dimana saat itu dia mengalami banyak kekerasan fisik dan, terutama, seksual. Kekerasan seksual di sini adalah di sodomi oleh ayah angkatnya sendiri (membuat saya ga habis pikir, bagaimana sih budaya dan tekanan di USA, sehingga ada ayah angkat yang tega menyodomi anaknya sendiri). Kisah Billy berlanjut ketika sekolah, sampai saat dia ditangkap dan diadili atas tuduhan perampokan, dan pemerkosaan yang sebenarnya dilakukan oleh kepribadiannya yang lain. Bagaimana kelanjutannya? sanggupkah Billy menghindar dari penjara? akankah dia menemukan cinta sejatinya? atau malah dia gagal mendapatkan warisan leluhurnya? oh wait, ini bukan sinetron. 😆

Membaca 24 Wajah Billy membuat saya teringat waktu masa SMA, ketika pertama kali terjadi konflik gede dengan Ayah karena masalah yang sebenarnya sepele. Saat itu, saking marahnya saya, saya sempat berharap ada kepribadian lain yang bisa membantu saya melampiaskan kemarahan ini….oh wait, itu juga saat saya pertama kalinya “meledak”. Sayang sekali, kenapa harus ke Ortu ya? coba ke temen SMA yang tukang bully, pasti seru. 😆 BTT, waktu itu sungguh saya ingin ada diri saya yang lain yang bisa membantu, Tapi, setelah membaca kisah Billy, ternyata pengalaman saya ga ada apa-apanya. Jadi malu sendiri =__=

Hal-hal yang dapat di ambil setelah menamatkan novel ini adalah

1. Jangan pernah melakukan KDRT! Do NOT do Domestic Violence, EVER! Bagi mereka yang ingin memilih calon pasangan hidup, pastikan calon kalian ga punya bakat gila, kasar, mau menang sendiri, posesif berlebihan, dan menderita kelainan seksual. I mean, why choose a innocent little boy when you you can get that warmth from your wife?

2. Pers bisa menentukan hidup seseorang. Pers bisa menggiring opini publik, dan itu bisa saja membahayakan orang yang tidak bersalah

3. Politician is a sucker! Politisasi kisah seseorang itu bener-bener memuakkan! i can’t stand it!

4. Pontianak di kala siang hari PANAAAASSSS!!! (menamatkan seharian penuh di kamar lantai 2 (saya menyebutnya loteng) di siang hari yang PANAAAASSSS)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s