BECK!

Seperti yang disinggung di Post https://chimanx.wordpress.com/2011/03/28/liburaaaaaannnnn/ , Beck akan dibahas di post sendiri. ini lah post itu.

Hari selasa minggu lalu, setelah pulang kantor, aku nonton hasil donlotan selama seharian penuh. Hasil itu Beck.

Beck Movie

Beck bercerita tentang seorang anak awal SMA yang biasa-biasa saja, Yukio Tanaka/Koyuki (Takuma Satoh). Saking biasanya, dia ngerasa bosan, untuk apa dia hidup sebenarnya? Oh iya, ga lupa juga, dia korban bullying. Sungguh biasa bukan? kehidupan dia yang biasa mulai berubah saat bertemu seorang gitaris yang bekas anak jalanan, Ryuunosuke Minami (Hiro Mizushima) pas nyelametin seekor anjing yang ternyata punyanya si Ray, Beck (yak benar, Beck awalnya nama anjing). Ray lalu minjemin gitarnya sebagai ucapan terimakasih. Kisah berlanjut hingga akhirnya Koyuki bergabung dengan Bandnya Ray, Beck.

Dari segi plot cerita, garis besarnya standar. Mungkin karena memang bukan film yang mengajak kita mengasah otak dan memecahkan misteri. Tapi jalinan ceritanya rapi, ga ada yang terlewat. Oh iya, lupa, Beck Movie ini adalah adaptasi dari Manga Beck. Dan karena saya ga ngikutin manganya, jadi saya bahas dari sisi filmnya dan tanpa membandingkannya dengan manga.

Lanjut ke plot, seperti ditulis di atas, plotnya rapi. Di awal dikisahkan gimana membosankannya hidup Koyuki. Lalu mulai berubah saat bertemu Ray dan belajar gitar, lalu ditambahi bumbu-bumbu pemanis bernama asmara dan bumbu-bumbu penyedap bernama konflik dengan karakter lain di luar band maupun di dalam band. Semuanya bagus dan rapi. Ga bikin kita bilang “lho, kok gini sih. Lho kok gitu sih?”

Di film ini juga ditunjukkan kalo bisnis hiburan, terutama menyangkut band dan persaingan antar band itu keras, saling sikut, saling adu power. Walopun lagu bagus, tapi kalo masi ada di jalur indie, bakal kalah bersaing dengan yang udah major. Dan itu bisa jadi sangat menghancurkan mental, bahkan bisa menyebabkan perpecahan band, mengingat band biasanya terbentuk oleh pertemanan.

Satu yang unik dari film ini, suara Koyuki saat nyanyi di mute, silent, bisu. Diganti dengan BGM yang, gimana ya, seperti menggambarkan betapa indahnya suara Koyuki. Apalagi ada penggambaran sekilas adegan langit, air jatuh, petir….eh, yang petir itu pas konser sih, emang ujan settingan tempatnya. Hal ini bikin penasaran dan gregetan, sebenernya, suara asli karakter Koyuki itu seperti gimana sih! yah, bisa jadi sisi positif, bisa jadi negatif. Positifnya, image suara Koyuki terjaga. Coba kalo ga di silent, dan ternyata ga sesuai harapan kita, yang ada kita malah kecewa. Negatifnya, penggambaran yang berlebihan bisa bikin orang beranggapan “ah, lebay banget deh.”

Hmmm, mungkin itu aja ulasan objektifnya. Sekarang subjektifnya.

MAHO KIREEEEIIIIII!!!! 😆

yak, benar sekali. Sebagai cowok, pastinya ketika melihat film yang ada heroinenya (jarang sekali ada film yang semuanya pemerannya cowok) pasti langsung menilai gimana kualitas si cewek. Dan, MAHO KIREEEEIIIIII!

Hiro Mizushima keren! dia bisa lepas dari karakter tendou di otak saya. Maklum, untuk saya, Hiro=Tendou (cuma liat dia di KR Kabuto sih, Obaa-chan ga itteita, ten no michi no iki, tsubete o tsukasa dore otoko, Tendou Souji!) aktingnya keren, cuma rada gimana gitu pas dia maen gitar, utamanya yang pas melodi. Rada lebay, hahahaha.

Pas nonton film ini, apalagi di endingnya, jantung saya berdebar kencang, ikut hanyut dalam emosi dan cerita film ini. jarang-jarang saya bisa seperti itu. Mungkin karena saya pas SMA juga pernah ngband, jadi paham gimana rasanya tampil dihadapan penonton, dengan konflik seperti itu. Ditambah lagi alunan melodi Moon Beams itu seperti menyayat-nyayat. Bener-bener deg-degan. Mungkin ibaratnya ketika kita mau sensorsensorsensorsensor. 😆

Nonton film ini bikin saya berhasrat untuk kembali memegang gitar. Di film itu, Koyuki diperlihatkan bener-bener awam memegang gitar. Dan dia belajar keras agar bisa lancar. Melihat itu bikin saya teringat masa-masa SMP kelas 3 saat pertama kalinya memegang gitar. Dayangnya, saya ga ada hasrat sebesar Koyuki untuk belajar gitar, jadi skill saya biasa-biasa saja. Bisa nggenjreng saja. Apalagi praktis sejak kuliah, ga pernah megang gitar lagi. Tapi, setelah dipikir-pikir, dengan banyaknya game, anime, toku yang nunggu untuk ditamatin, kekna ga ada waktu buat kembali belajar/maen gitar <<<<< alesan.

Akhir kata, saya penasaran dengan suara koyuki kalo dia bener-bener ada, penasaran dengan sekuelnya, penasaran gimana endingnya. Harusnya sih ada sekuelnya, kayak 20th Century Boys. Mari kita tunggu sekuelnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s